BEIJING, 25 Maret 2026 /PRNewswire/ — Di Upperside World Congress 2026, Huawei mengadakan "IP Gala Summit" dengan tema "Next-Generation WAN, Boosting New Growth for Carriers". Dalam acara tersebut, Huawei meluncurkan laporan resmi tentang Next-Generation (NG) WAN, bersama WBBA, IPv6 Forum, dan sejumlah operator telekomunikasi terkemuka yang hadir. Laporan ini memberikan gambaran mengenai jaringan IP yang menjadi target untuk 2030. Dengan demikian, pihak operator dapat membangun jaringan yang aman secara menyeluruh, menjamin pengalaman pengguna, sekaligus mendorong pertumbuhan pendapatan dan efisiensi operasional. Kalangan operator global, pemimpin industri, dan organisasi standar turut berdiskusi mengenai sejumlah topik seperti multi-dimensional awareness, keamanan dan daya tahan jaringan, serta otonomi jaringan, guna mempercepat perkembangan jaringan IP menuju era Net5.5G.
Strategi Nasional dan Perkembangan Industri: Mempercepat Peningkatan Infrastruktur Jaringan Berbasiskan AI
Pihak operator memanfaatkan kemampuan AI—didukung teknologi IPv6 dan SRv6—untuk mengoptimalkan potensi jaringan, menghemat biaya, dan meningkatkan kinerja operasional. Latif Ladid, President, IPv6 Forum, menyoroti langkah berbagai negara dalam menerapkan strategi yang berfokus pada AI sovereign cloud, keamanan dan daya tahan jaringan, serta keamanan kuantum—sebagai dasar bagi pihak operator dalam mengembangkan infrastruktur jaringan yang lebih mutakhir. IPv6 Forum juga bekerja sama dengan mitra industri global untuk mendorong integrasi teknologi mutakhir seperti IPv6/SRv6, otonomi jaringan, dan kesadaran aplikasi dengan AI.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Laporan Resmi tentang NG WAN: Memuat Rencana Pembangunan Jaringan IP Masa Depan
Pada era Internet of Agent, integrasi antara teknologi cerdas dan jaringan mendorong evolusi jaringan IP menuju arsitektur yang lebih efisien dan cerdas. John Cai, President, Router Domain, Data Communication Product Line, Huawei, dalam sambutannya, menyampaikan, NG WAN harus dibangun berdasarkan tiga pilar utama—multi-dimensional awareness, keamanan dan daya tahan jaringan, serta otonomi jaringan—agar pihak operator dapat mempercepat monetisasi jaringan, memangkas biaya, dan meningkatkan efisiensi. Laporan resmi tentang NG WAN ini memuat panduan komprehensif seputar pembangunan WAN menuju jaringan yang menjadi target untuk 2030, termasuk fitur utama, arsitektur target, skenario nilai, teknologi terobosan, dan spesifikasi pembangunan jaringan—sehingga memberikan analisis strategis bagi operator global dalam evolusi dan inovasi jaringan.
Praktik Terbaik Operator: Menetapkan Tolok Ukur Evolusi Jaringan
Mehmet Durmus, Associate Director, IP/MPLS Core and Data Center Networks, Turkcell, Türkiye, berbagi pengalaman mengenai implementasi NG WAN. Menurutnya, inovasi baru seperti 5G/5G-A dan komputasi cerdas sangat membebani jaringan konvensional. Guna menjawab tantangan tersebut, Turkcell mengadopsi solusi mutakhir seperti lossless RDMA, penghematan energi dinamis berbasiskan AI, serta pemeliharaan jaringan serat optik, sehingga berhasil mencapai kemajuan signifikan dalam komputasi cerdas, efisiensi energi, dan operasi serta pemeliharaan (O&M) yang cerdas. Upaya ini menjadi tolok ukur bagi jaringan IP generasi berikutnya.
Huawei NGWAN: Mendukung Operator Membangun WAN Terpadu Berbasiskan AI
Xu Huan, Vice President, Router Domain, Data Communication Product Line, Huawei, menjelaskan dasar, skenario utama, dan nilai bisnis NG WAN. Ia menyampaikan, NG WAN akan berpusat pada AI, dilengkapi arsitektur jaringan terpadu yang mencakup layanan lengkap, serta mengintegrasikan jaringan, komputasi, dan keamanan. Jaringan tersebut akan dibangun di atas fondasi ultra-broadband yang ramah lingkungan dengan teknologi 400GE/800GE, serta didukung fitur multi-dimensional awareness. Hal tersebut turut menjamin pengalaman pengguna dan layanan premium, meningkatkan ARPU dan DOU, serta memastikan layanan selalu aktif melalui sistem keamanan dan daya tahan menyeluruh. Selain itu, jaringan juga akan memanfaatkan agen AI untuk meningkatkan otonomi jaringan.
Pada kesempatan tersebut, para ahli teknis juga berbagi pengalaman seputar inovasi teknologi dan praktik service awareness, targeted marketing, keamanan dan daya tahan jaringan secara menyeluruh, serta manajemen jaringan cerdas dalam skenario home broadband.
Ke depan, Huawei akan terus memperkuat kemitraan dengan operator global dan pemimpin industri untuk memaksimalkan potensi jaringan sekaligus mendorong pertumbuhan berkelanjutan bagi operator.








