BARCELONA, Spanyol, 10 Maret 2026 /PRNewswire/ — Di MWC Barcelona 2026, Huawei menggelar forum bertajuk "Accelerate Transportation Digital Intelligence". Bersama pelanggan industri, mitra, dan pakar, Huawei membahas berbagai peluang baru dalam pengembangan transportasi pintar, memaparkan pencapaian teknologi terbaru, serta memperkenalkan lima solusi inovatif yang mendorong mobilitas dan logistik menuju era dunia cerdas.
David Shi, Vice President, ICT Marketing and Solution Sales, Huawei, mengatakan, "Huawei berkomitmen pada prinsip keterbukaan, kolaborasi, dan kesuksesan bersama. Huawei akan bekerja sama dengan pelanggan dan mitra untuk membangun fondasi teknologi digital dan cerdas yang kuat, serta menghubungkan arus penumpang, barang, bisnis, pendapatan, dan informasi." Menurutnya, Huawei akan mengintegrasikan AI dalam berbagai skenario transportasi—seperti kereta api, jalan raya, logistik, penerbangan, dan pelabuhan—guna meningkatkan aspek keselamatan dan efisiensi sistem transportasi dan logistik secara menyeluruh, sekaligus memperkuat keterkaitan dengan sektor pariwisata, energi, perdagangan, dan industri lainnya.

David Shi, Vice President of ICT Marketing and Solution Sales, Huawei
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Dr. Reha Çetin, CIO, Istanbul Grand Airport, sekaligus CEO, IST Systems, menyoroti, sebagai pusat penerbangan dengan pertumbuhan terpesat di Eropa, Bandara Istanbul akan terus mendorong transformasi digital "Airport 5.0", serta menghadirkan pengalaman bandara generasi berikutnya dengan dukungan teknologi digital mutakhir dan keahlian TIK dari Huawei.
Sementara, Zaiming Ren, Deputy, General Manager, CRSC International, menjelaskan, teknologi FRMCS mampu meningkatkan efisiensi pengendalian kereta, memperbesar kapasitas transportasi kereta api, serta menghemat biaya pada sepanjang siklus operasional sehingga sistem perkeretaapian masa depan dapat beroperasi lebih efisien dan aman.
AI diperkirakan akan menjadi pusat kendali utama dalam Intelligent Transportation Systems (ITS). Carlos López Gutiérrez, Transportation BU Director, SICE, mengatakan, "SICE dan Huawei bekerja sama memanfaatkan AI dan platform edge computing untuk mendukung berbagai skenario transportasi. Lewat langkah ini, konektivitas infrastruktur dan keandalan sistem transportasi dapat meningkat secara signifikan."
Pelabuhan juga berperan penting menjaga stabilitas ekonomi, serta kesinambungan rantai industri dan pasokan. Yang Rong, General Engineer, Tianjin Port (Group) Co., Ltd., menyampaikan, Tianjin Port terus mengintegrasikan teknologi TIK seperti 5G, AI, cloud computing, dan autonomous driving dengan aktivitas operasionalnya. Hingga saat ini, seluruh elemen pelabuhan telah dikelola secara digital dan sistem transportasi horizontal cerdas telah diterapkan untuk mendukung pengembangan pelabuhan pintar kelas dunia.
Dr. Rachad Nassar, Global Business & Strategic Partners Director, Smart Transportation BU Huawei, mengumumkan, Huawei telah membangun fondasi digital yang komprehensif bagi industri transportasi global. Dengan menerapkan arsitektur terintegrasi yang mencakup intelligent sensing, konektivitas, platform digital, dan aplikasi, Huawei dan mitra ekosistem menghadirkan lima solusi khusus untuk empat skenario utama dengan manfaat utama sebagai berikut:
- Jalan Raya: Huawei memperkenalkan Solusi Transportation Operations Coordination Center (TOCC) yang dirancang dengan ITS untuk meningkatkan efisiensi berbagai skenario, seperti pemantauan transportasi terpadu, dukungan perjalanan saat musim liburan, serta logistik multimoda. Solusi ini menghadirkan model baru dalam pengelolaan dan pengendalian transportasi perkotaan yang terintegrasi.
- Kereta Api: Huawei mengembangkan Solusi Next-Gen Bearer Network for Operation and Dispatching untuk sektor kereta api. Dengan keandalan tinggi, bandwidth besar, dan latensi rendah, solusi ini mendukung layanan komunikasi operasional secara aman, andal, dan efisien, sekaligus mendorong transformasi digital dan teknologi cerdas di industri kereta api.
- Kepabeanan: Huawei bersama mitra meluncurkan solusi big data risk control. Dengan memanfaatkan platform big data Huawei dan kemampuan tata kelola data dari mitra, solusi ini mengintegrasikan data dari berbagai sumber secara efisien dan merespons potensi risiko dalam hitungan detik. Solusi ini mengatasi berbagai kendala dalam sistem pengendalian risiko tradisional—seperti keterbatasan dimensi analisis, cakupan data yang tidak lengkap, serta ketergantungan tinggi pada proses manual—sehingga otoritas kepabeanan dapat meningkatkan akurasi pengawasan dan efisiensi proses perizinan.
- Pelabuhan: Huawei mengembangkan agen AI pertama di industri yang menangani penjadwalan seluruh elemen pelabuhan pertama, didukung teknologi chain-of-thought (CoT). Agen ini mampu mengoordinasikan seluruh proses operasional pelabuhan, mulai dari perencanaan sandar kapal hingga distribusi dan transportasi. Dengan demikian, waktu perencanaan operasional dapat dipersingkat, dari beberapa jam menjadi hanya beberapa menit. Solusi intelligent horizontal transportation 2.0 juga mendukung lalu lintas campuran antara truk kontainer manual dan kendaraan berpemandu otomatis (Intelligent Guided Vehicles/IGV). Sistem ini mendukung penjadwalan lebih dari 300 kendaraan, menurunkan tingkat intervensi manual hingga di bawah 0,1%, serta memastikan akurasi posisi parkir hingga ±5 cm sehingga meningkatkan efisiensi pergerakan kargo.
Pada forum tersebut, Huawei dan Surge juga mengumumkan keberhasilan implementasi komersial jaringan 5G fixed wireless access (FWA) 1,4 GHz pertama di dunia untuk sektor kereta api. Pencapaian ini menjadi tonggak penting dalam pengembangan konektivitas berbasiskan kereta api, menghadirkan jaringan komunikasi generasi baru di sepanjang jalur kereta di Indonesia, sekaligus mendukung jangkauan jaringan inklusif secara nasional.
Selain itu, Huawei juga menyoroti berbagai terobosan penting yang dicapai bersama mitra global, terkait dengan ekosistem transportasi digital dan cerdas. Salah satu contohnya, Referensi Proyek Pelabuhan Pintar yang diluncurkan bersama Shandong Port Group. Dengan mengintegrasikan big data, large models, dan teknologi mutakhir lainnya, proyek ini menampilkan berbagai aplikasi berbasiskan skenario seperti aktivitas operasional dalam format digital dan perencanaan cerdas sehingga menjadi acuan bagi modernisasi industri pelabuhan global.
Hingga saat ini, Huawei telah melayani lebih dari 100 pelabuhan, lebih dari 210 bandara dan maskapai penerbangan, lebih dari 300 jalur kereta perkotaan, lebih dari 180.000 kilometer jaringan kereta api, jaringan jalan sepanjang lebih dari 200.000 kilometer, proyek ITS di lebih dari 70 kota, serta lebih dari 200 perusahaan logistik di seluruh dunia. Ke depan, Huawei akan terus menempuh strategi "platform + ekosistem" dengan fokus pada pengembangan sentra transportasi, jaringan transportasi, arus penumpang dan barang, serta sistem penerbangan di ruang udara rendah (low-altitude air systems) guna membangun fondasi digital dan cerdas bagi sistem transportasi dan logistik terpadu. Huawei berkomitmen "mendorong mobilitas dan logistik menuju dunia yang lebih cerdas", serta mempercepat pengembangan transportasi pintar.








