Pertumbuhan AI Malaysia Harus Ramah Lingkungan, Cerdas, dan Berorientasi pada Penerapan Nyata – Fahmi

Avatar photo

- Pewarta

Minggu, 13 September 2026 - 05:34 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

KUALA LUMPUR, Malaysia, 13 September 2026 /PRNewswire/ — Malaysia perlu mengoptimalkan pertumbuhan infrastruktur digital dan kapasitas komputasi untuk mengembangkan kapabilitas kecerdasan artifisial (AI) yang benar-benar bermanfaat nyata bagi perekonomian. Di saat yang sama, pertumbuhan AI harus tetap berlangsung secara bertanggung jawab dan berkelanjutan. Hal ini disampaikan oleh Menteri Komunikasi Malaysia Dato’ Seri Fahmi Fadzil.

Minister of Communications, YB Dato’ Seri Fahmi Fadzil (centre) officiating the inaugural WAIC CONNECT Malaysia 2026, with him are (L to R), Honorary President of the Malaysia-China Chamber of Commerce & President of the Malaysia-China Friendship Association, YBhg. Dato’ Abdul Majid Ahmad Khan; Managing Director of MCMC, Abdul Karim Fakir Ali; Ambassador of the People's Republic of China to Malaysia, H.E. Ouyang Yujing; President of Huawei APAC, Terry He; President, Marketing & Solution Sales Dept of Huawei APAC, Tao Jing; and CEO of Huawei Malaysia, Simon Sun.
Minister of Communications, YB Dato’ Seri Fahmi Fadzil (centre) officiating the inaugural WAIC CONNECT Malaysia 2026, with him are (L to R), Honorary President of the Malaysia-China Chamber of Commerce & President of the Malaysia-China Friendship Association, YBhg. Dato’ Abdul Majid Ahmad Khan; Managing Director of MCMC, Abdul Karim Fakir Ali; Ambassador of the People’s Republic of China to Malaysia, H.E. Ouyang Yujing; President of Huawei APAC, Terry He; President, Marketing & Solution Sales Dept of Huawei APAC, Tao Jing; and CEO of Huawei Malaysia, Simon Sun.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

"Yang penting bukan sekadar memiliki infrastruktur digital, namun bagaimana membuat Malaysia sebagai tempat pengembangan, penerapan, dan pemanfaatan AI. Lebih lagi, AI harus mampu meningkatkan produktivitas industri semikonduktor dan elektronik, memperkuat manufaktur canggih dan logistik, memperbaiki rantai pasok, mentransformasi layanan kesehatan, mendukung sektor pertanian, serta meningkatkan layanan publik," ujar Fahmi dalam sambutan di ajang WAIC CONNECT Malaysia 2026 yang untuk pertama kalinya digelar di Malaysia.

"Kemajuan Malaysia tidak cukup diukur dari besarnya kapasitas komputasi, melainkan juga dari nilai ekonomi dan peluang yang dihasilkan. Hal tersebut menjadi salah satu tujuan ‘National AI Action Plan 2026-2030’ atau ‘AI Nation 2030’ yang dicanangkan pemerintah. Kami menargetkan tambahan pertumbuhan PDB sebesar 0,8 hingga 1,2 poin persentase per tahun, atau sekitar RM13 miliar hingga RM20 miliar setiap tahun. Kami juga menargetkan terciptanya 300.000 hingga 500.000 lapangan kerja baru terkait AI," tambahnya.

Ia berharap ajang tersebut dapat menyoroti sejumlah aspek yang perlu mendapat perhatian lebih seiring dengan maraknya adopsi AI, termasuk memastikan bahwa pertumbuhan AI dapat membuka peluang bagi generasi muda sekaligus mendorong penciptaan lapangan kerja.

Fahmi juga mengapresiasi dukungan Huawei Technologies (Malaysia) Sdn Bhd (Huawei Malaysia) terhadap ajang tersebut. Ia menyambut baik target Huawei untuk mengembangkan 30.000 talenta AI Malaysia dan membangun 200 mitra AI lokal dalam tiga tahun ke depan melalui berbagai program, transfer pengetahuan, serta kolaborasi di bidang komputasi awan dan AI.

Di tengah perkembangan AI Malaysia, kemajuan pesat Tiongkok dalam teknologi cerdas memberikan gambaran lain tentang cara penerapan AI secara nyata dalam skala besar.

"Pada Semester I-2026, Tiongkok mengekspor lebih dari 10.000 robot bionik cerdas ke lebih dari 90 negara dan kawasan. Manufaktur cerdas Tiongkok menghadirkan kemudahan dan efisiensi yang luar biasa bagi berbagai negara di seluruh dunia," kata Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh Republik Rakyat Tiongkok untuk Malaysia, YM Ouyang Yujing, dalam pidatonya.

"Perusahaan teknologi modern Tiongkok kini meningkatkan investasi di sektor AI dan infrastruktur pusat data Malaysia. Pada saat yang sama, universitas di kedua negara mempercepat kerja sama inovasi di berbagai bidang mutakhir, seperti AI dan rekayasa canggih. Dengan perkembangan ini, AI semakin cepat berperan sebagai mesin pertumbuhan baru bagi kerja sama Tiongkok-Malaysia," paparnya.

Menurut President, Huawei Asia Pacific Region (Huawei APAC), Terry He, Asia Pasifik memiliki peran strategis dalam membentuk masa depan yang semakin cerdas. Keragaman bahasa, budaya, industri, dan kebutuhan pembangunan di kawasan ini menjadi peluang untuk mengembangkan AI yang lebih sesuai dengan kebutuhan dan kondisi setempat.

"Malaysia memiliki posisi yang unik di kawasan Asia Pasifik. Secara geografis, negara ini berada di persimpangan Timur dan Barat, serta terhubung melalui jaringan kabel bawah laut kelas dunia. Dari sisi daya komputasi, Johor telah berkembang menjadi salah satu pusat data AI dengan pertumbuhan terpesat di dunia. Di sektor energi, Malaysia menawarkan pasokan listrik yang kompetitif dan semakin ramah lingkungan, serta bekerja sama dengan para pemimpin industri yang menghasilkan energi sendiri untuk kompleks AI. Malaysia juga berada di jalur yang tepat untuk menampung sekitar dua pertiga kapasitas pusat data ASEAN pada 2035. Dengan berbagai keunggulan tersebut, kami meyakini Malaysia tidak hanya berpeluang menjadi pemimpin di bidang infrastruktur, namun juga pusat AI regional yang mendorong pengembangan AI di seluruh kawasan," ujarnya.

"Ke depan, Huawei akan terus berkontribusi dalam tiga bidang utama. Pertama, kami akan memperkuat fondasi ekosistem cerdas. Bersama mitra lokal, kami akan membangun infrastruktur digital yang aman, tangguh, dan ramah lingkungan, mulai dari konektivitas, komputasi, komputasi awan, dan penyimpanan data hingga energi hijau. Kedua, kami akan mempercepat adopsi AI di berbagai industri dengan menghadirkannya di sektor-sektor utama, termasuk telekomunikasi, layanan publik, keuangan, kesehatan, pendidikan, dan UMKM. Langkah ini bertujuan meningkatkan produktivitas sekaligus menciptakan manfaat nyata bagi masyarakat. Ketiga, kami akan membangun ekosistem inovasi yang terbuka dan tepercaya. Kami akan menghubungkan kapabilitas global dengan inovasi lokal, mendukung mitra, pengembang, dan startup Malaysia, serta terus mengembangkan talenta AI, AI yang bertanggung jawab, keamanan siber, dan infrastruktur digital yang aman—turut membawa solusi AI "Made by Malaysia" ke ASEAN dan dunia," tegasnya.

Hadir pula Kang Kai, Chief Commercial Official, Shanghai DLG WAIC Gravitational Co Ltd; Simon Sun, Chief Executive Officer, Huawei Technologies (Malaysia) Sdn Bhd (Huawei Malaysia); YB Dato’ Abdul Majid Ahmad Khan, Honorary President, Malaysia-China Chamber of Commerce, dan President, Malaysia-China Friendship Association; serta Abdul Karim Fakir Ali, Managing Director, Malaysian Communications and Multimedia Commission (MCMC).

WAIC Connect Malaysia 2026 merupakan ajang internasional yang menjadi perluasan dari World Artificial Intelligence Conference (WAIC), ajang industri AI di Tiongkok. Digelar pada 7-8 September di Kuala Lumpur Convention Centre, ajang ini mempertemukan perusahaan AI, pelaku usaha, dan mitra ekosistem dari Tiongkok, Malaysia, serta sejumlah pasar ASEAN lainnya dengan tema "Innovating for a Green and Intelligent Malaysia".

Acara tersebut dihadiri perwakilan Malaysian Communications and Multimedia Commission (MCMC) dan Malaysia Digital Economy Corporation (MDEC), Huawei APAC, Huawei Malaysia, perusahaan AI asal Tiongkok, serta lebih dari 80 mitra ekosistem dan 1.000 pakar industri dari kawasan Asia Pasifik.

Konferensi yang berlangsung selama dua hari ini mencakup sesi utama, berbagai forum, sesi pertukaran di luar lokasi melalui WAIC City Walk, serta pameran yang menampilkan lebih dari 40 solusi dan demo produk.

Malaysia kini mulai beralih dari sekadar membangun fondasi AI menuju penerapan teknologi tersebut di berbagai sektor industri, pemerintahan, dan masyarakat. Dalam konteks ini, WAIC Connect Malaysia menjadi wadah bagi Malaysia, Tiongkok, dan kawasan ASEAN yang lebih luas untuk berbagi pengalaman, membangun kemitraan, serta mempercepat penerapan dan pengembangan AI dalam berbagai kebutuhan nyata.


Sumber: prnasia.com

PR Newswire

Penafian: Artikel ini berasal dari pihak ketiga. Segala isi pemberitaan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pihak ketiga.

Reporter: PR Newswire
Penulis: PR Newswire
Editor: PR Newswire

Berita Terkait

Zettabyte dan Raku Advanced Tech Menandatangani MOU untuk Pengembangan Pusat Data AI Ramah Lingkungan di Asia
ISB Rayakan 25 Tahun dengan Beasiswa 100% bagi Calon Peserta PGP Internasional
ZTE Global Summit & User Congress 2026 Resmi Dibuka di Kuala Lumpur, Dorong Transformasi Digital Berbasis Konektivitas
Flexsys Mengumumkan Kenaikan Harga Global untuk Sulfur Tak Larut
Menutup Kesenjangan Literasi Digital Berpotensi Mendorong PDB Global hingga Triliunan Dolar
Yutong Luncurkan Pusat Servis Komprehensif Pertama di Eropa
Trinasolar Pasok Modul Vertex N untuk Proyek PLTS Terapung 562 MWdc di Vietnam
DJI Gelar Sesi “Filmmakers & Visionaries” di Venice Production Bridge dalam Ajang Venice International Film Festival Ke-83

Berita Terkait

Minggu, 13 September 2026 - 05:34 WIB

Pertumbuhan AI Malaysia Harus Ramah Lingkungan, Cerdas, dan Berorientasi pada Penerapan Nyata – Fahmi

Sabtu, 12 September 2026 - 20:30 WIB

Zettabyte dan Raku Advanced Tech Menandatangani MOU untuk Pengembangan Pusat Data AI Ramah Lingkungan di Asia

Jumat, 11 September 2026 - 04:55 WIB

ISB Rayakan 25 Tahun dengan Beasiswa 100% bagi Calon Peserta PGP Internasional

Jumat, 11 September 2026 - 03:11 WIB

ZTE Global Summit & User Congress 2026 Resmi Dibuka di Kuala Lumpur, Dorong Transformasi Digital Berbasis Konektivitas

Jumat, 11 September 2026 - 00:05 WIB

Flexsys Mengumumkan Kenaikan Harga Global untuk Sulfur Tak Larut

Berita Terbaru

Pers Rilis

Flexsys Mengumumkan Kenaikan Harga Global untuk Sulfur Tak Larut

Jumat, 11 Sep 2026 - 00:05 WIB